Headlines News :

SIARAN LANGSUNG

JADWAL SIARAN LANGSUNG (VIDEO STREAMING) SETIAP HARI KAMIS PUKUL 19.30 WIB DAN MINGGU PUKUL 09.00 WIB

Kumpulan Video Syekh M. Fathurahman M.Ag : https://www.youtube.com/user/alidrisiyyah

Populer Posts

Tasawuf 02, tentang Peran dan Fungsi Ilmu Tasawuf oleh Syekh M Fathurah...





Tasawuf 01, tentang Kedudukan Ilmu Tasawuf Dalam Islam oleh Syekh M Fat...





Tasawuf 14 tentang Tawakal oleh Syekh M Fathurahman M Ag Serambi Islami...

Sufi`s Indonesia Memperingati Hari Pahlawan dengan Menanam Seribu Pohon Cengkeh

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Organisasi Kepemudaan Sufi's Indonesia mengadakan kegiatan menanam seribu pohon di daerah Dawajaya Desa Dawagung Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya pada hari Rabu (09/10/2016). 

Sufi`s Indonesia Memperingati Hari Pahlawan

Jenis pohon yang ditanam adalah pohon cengkeh yang memiliki nilai ekonomis.
Kegiatan tersebut menurut Sekretaris Divisi Kepemudaan, ustadz Abdul Holid, S.Pd.I dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Pahlawan Nasional serta untuk memotivasi para pemuda agar lebih peduli terhadap lingkungan.

"Kami para pemuda Sufi's Indonesia ingin ikut berjuang menjaga keutuhan NKRI. Gotong-royong menjaga lingkungan adalah salah satu wujud perhatian Kami terhadap negara dan bangsa", ungkap ustadz Abdul Holid.

Dalam rangka hari Pahlawan Nasional Kepala Divisi Divisi Kepemudaan Tarekat Al-Idrisiyyah yang merupakan Ketua DPP Sufi's Indonesia, Iing Setiadi mengatakan bahwa bangsa Indonesia bisa tegak berdiri dengan kokoh karena peran aktif pemudanya. 
Selain itu Iing Setiadi juga mengungkapkan bahwa cita-cita besar para Pahlawan Nasional akan selalu ada apabila para pemuda Indonesia dapat terbangun kesadaran dirinya serta dapat tampil pada sendi-sendi kehidupan berbangsa, bernegara serta bermasyarakat.
"Generasi muda bangsa ini akan terus ada, masa depan mereka harus disiapkan dan jiwa nasionalismenya harus dibangkitkan", ungkap Iing Setiadi. | (uma)


Gotong royong Sufi's Indonesia menjaga lingkungan 

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/938/sufis-indonesia-memperingati-hari-pahlawan-dengan-menanam-seribu-pohon-cengkeh

Bank BTN Syariah Mengubah Foya-Foya menjadi Berbagi

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Bank BTN Syariah Cabang Tasikmalaya melaksanakan acara tasyakuran atas suksesnya pelaksanaan Pameran Properti Expo BTN Syariah yang dilaksanakan dari tanggal 7 sampai dengan 9 November 2016.

Bank BTN mengubah Foya-Foya Menjadi Berbagi

Bank BTN Syariah mengundang anak-anak yatim dan dhuafa serta mendatangkan penceramah dari Al-Idrisiyyah pada acara tasyakuran yang dilaksanakan pada hari Kamis (10/11/2016).
Muhammad Suryahadi selaku Ketua Pelaksana memberikan gambaran umum mengenai kegiatan pembubaran panitia pelaksana, biasanya kegiatan tersebut diadakan dengan acara makan-makan, foya-foya atau dengan sesuatu yang menghabiskan keuangan yang cukup besar tapi dirasakan kurang memberikan manfaat. "Dari kebiasaan umum itu Kami ingin mengubahnya menjadi rasa syukur dengan mengadakan kegiatan positif seperti kajian keislaman ini", ungkap Suryahadi.

Dia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk berbagi dengan para anak yatim dan dhuafa, dimana sebagian besar staff di bank tersebut berasal dari kalangan yatim piatu dan dhuafa, bahkan pimpinannya juga meniti karir dari bawah.

Ustadz Adang Nurdin, M.Pd yang merupakan da'i muda perwakilan dari Al-Idrisiyyah, pada kesempatan tersebut menyampaikan materi mengenai rizki yang berkaitan sangat erat dengan bersyukur.

Panitia pelaksana berharap mudah-mudahan Bank BTN Cabang Tasikmalaya dapat terus melaksanakan kegiatan berbagi dengan para anak yatim dan dhuafa serta berharap keberkahan atas kegiatan tasyakuran yang mengimplementasikan rasa syukur semua staff bank tersebut. | (uma)

Sumber :http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/939/bank-btn-syariah-mengubah-foya-foya-menjadi-berbagi

Pelantikan Pramuka Ambalan Siti Jubaedah Tahun 2016

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Gerakan Pramuka Ambalan Siti Jubaedah yang merupakan wadah aktivitas kepramukaan bagi siswi Lembaga Pendidikan Al-Idrisiyyah Islami Boarding School (AIBS) telah melaksanakan kegiatan pelantikan dan pergantian kepengurusan ambalan pada hari Sabtu dan Minggu (5-6 November 2016).

Pelantikan Pramuka Ambalan Siti Jubaedah
Komplek Lembaga Pendidikan AIBS

Sebagai lembaga pendidikan keislaman yang berbasis pesantren, Lembaga Pendidikan AIBS memisahkan kegiatan kepramukaan yang dilakukan oleh putra dan putri. Pelantikan dan pergantian kepengurusan ambalan Abdul Fattah yang merupakan ambalan untuk para siswa telah dilaksanakan pada hari Sabtu (29/10/2016). (baca: Pelantikan Pramuka Ambalan Abdul Fattah Tahun 2016).

Pelantikan dimulai di hari Sabtu sore yang dimulai dengan pelaksanaan upacara pembukaan.
Pada malam harinya, para peserta pelantikan diberikan materi-materi mengenai kepramukaan dalam sebuah format acara yang disebut dengan Scout Zone. Selain menerima materi, Scout Zone juga mengajak para siswi untuk berdiskusi, berargumentasi serta mengeluarkan pendapatnya.

Acara puncak pelantikan yang dilaksanakan pada hari Minggu pukul 02:00 WIB. Setelah melawati berbagai tantangan yang ada pada Syarat Kecakapan Umum (SKU), untuk lulus menjadi anggota pramuka ambalan Siti Jubaedah para peserta diwajibkan untuk mencari tanda pelantikan yang tersebar disekitar kompleks Lembaga Pendidikan AIBS.

Rangkaian kegiatan pelantikan tersebut diakhiri dengan pelaksanaan upacara Penutupan dan serah terima jabatan Pratama dan Pradana. | (adib)

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/935/pelantikan-pramuka-ambalan-siti-jubaedah-tahun-2016

Sekda Jabar Menilai Positif Tambak Udang Al-Idrisiyyah

al-idrisiyyah.com | Bandung - Pengurus Pusat Tarekat Al-Idrisiyyah melakukan kunjungan ke Kantor Sekretariat Daerah Jawa Barat pada hari Selasa (08/11/2016).

Kunjungan ke Kantor Sekda Jabar
Kantor Sekertariat Daerah Jawa Barat

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk menyambungkan tali silaturahim dengan Sekda Jawa Barat, Dr. H. Iwa Karniwa S.E.Ak., M.M.,CA., PIA. yang pernah melakukan kunjungan ke Pesantren Al-Idrisiyyah di Tasikmalaya pada tanggal 18 Oktober 2016. (baca: Kunjungan Sekda JABAR ke Tarekat Al-Idrisiyyah)

Pada pertemuan tersebut, Aka Bonanza menjelaskan mengenai perkembangan Tambak Udang Vaname yang telah berjalan selama satu tahun dan telah mencapai peningkatan modal sekitar 30% dari modal awal.

Iwa Karniwa menyatakan siap untuk membantu Kopontren Al-Idrisiyyah dalam mengembangkan unit usahanya, terutama Tambak Udang Vaname yang dinilai olehnya senantiasa mengalami perkembangan yang positif.
Iwa Karniwa juga menyatakan keinginannya untuk berkunjung ke Pesantren Al-Idrisiyyah sekaligus berkunjung ke Tambak Udang Vaname dalam waktu dekat ini. | (mz)


Silaturahim dengan Sekda Jabar

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/936/sekda-jabar-menilai-positif-tambak-udang-al-idrisiyyah

Berlian Pagi 08 November 2016

Berlian Pagi

al-idrisiyyah.com | Syekh Akbar M. Fathurahman pagi ini menjelaskan sebuah hadis yang termuat dalam kitab Risalah al Qusyairiyah. Hadis tersebut adalah:

اللَّهُمَّ تَوَفَّنِيْ إِلَيْكَ فَقِيْرًا، وَلَا تَتَوَفَّنِي غَنِيًّا، وَاحْشُرْنِي فِيْ زُمْرَةِ الْمَسَاكِيْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

‘Yaa Allah, wafatkanlah aku dalam keadaan fakir (kondisi batin yang butuh kepada Allah), dan jangan Engkau wafatkan aku dalam kondisi batin yang tidak butuh kepada-Mu. Bangkitkanlah aku dalam kelompok orang-orang yang butuh kepada Engkau pada hari kiamat kelak!’ (HR. Thabrani)
Pengertian ‘fakir’ dalam konteks hadis di sini bukan tidak memiliki harta. Orang-orang miskin yang dimaksud bukanlah orang-orang yang memiliki kondisi miskin yang penuh penderitaan karena ketiadaan harta, akan tetapi orang-orang yang memiliki kondisi tenang (muthmainnah) disebabkan telah mendapatkan Ridha Allah. Mereka sudah mendapatkan tanda kebahagiaan sebelum memasuki surga.

Orang yang terjebak pada pengertian yang harfiyah dan diarahkan kepada makna zahir akan kontradiktif dengan keberadaan Nabi Sulaiman As yang berlimpah harta dan kekuasaan. Andaikan umat diperintahkan agar menjadi miskin maka tidak ada orang kaya yang beserta Nabi Saw. Karena dalam doa di atas Beliau minta dikumpulkan bersama orang-orang yang miskin.
Demikian jelaslah perbedaan Fakir dan miskin dalam terminologi tasawuf dengan ilmu fikih. Jika dalam ilmu fikih istilah fakir dan miskin diidentikkan dengan kondisi kekurangan/ketiadaan harta benda, sedangkan dalam istilah tasawuf bermakna kondisi jiwa yang butuh kepada Allah dan tenang (sakinah – سكينة).

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/934/berlian-pagi-08-november-2016

Pembuatan Master Plan Pendidikan Al-Idrisiyyah di Cidahu dan Cibubuhan

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Divisi Pendidikan Al-Idrisiyyah bekerja sama dengan Divisi Umum Al-Idrisiyyah pada hari selasa (8/11/2016) melaksanakan pengukuran tanah untuk pengembangan pendidikan di zawiyah Cidahu, Tasikmalaya dan di zawiyah Cibubuhan, Tasikmalaya.

Pembuatan Master Plan Pendidikan Al-Idrisiyyah

Menurut ustadz Deden Hidayat, S.Pd.I selaku Kepala Bagian Pendidikan Dasar Lembaga Pendidikan Al-Idrisiyyah, pengukuran di zawiyah Cidahu dilakukan untuk pengembangan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) dan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT), sedangkan di Zawiyah Cibubuhan dilakukan pengukuran ulang untuk pengembangan SDIT di zawiyah tersebut.  
Pengembangan SDIT didua zawiyah tersebut menurut Deden dikarenakan kebutuhan ruang kelas baru yang mendesak untuk menyambut tahun ajaran baru. 

Deden menjelaskan mengenai rencana pendirian SMPIT di zawiyah Cidahu ini adalah sebagai alternatif bagi masyarakat yang tidak ingin melanjutkan ke Al-Idrisiyyah Islamic Boarding School. 
Selain itu, SMPIT ini menjadi jenjang pendidikan lanjutan bagi para lulusan SDIT Al-Idrisiyyah. "Para lulusan SDIT bisa melanjutkan ke SMPIT", ungkap Deden. | (uu).

Pengukuran tanah yang dilakukan oleh Divisi Umum | Foto: Deden H

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/933/pembuatan-master-plan-pendidikan-al-idrisiyyah-di-cidahu-dan-cibubuhan

Syekh Muhammad Fathurahman Menerima Tamu dari Kepengurusan Jatman Pemberian cenderamata kepada Pengurus Jatman

al-idrisiyyah.com | Jakarta - Di sela-sela kegiatan Arbain Jakarta (06/11/2016), Syekh Muhammad Fathurahman M.Ag menerima tamu dari pengurus JATMAN DKI Jakarta, kedatangannya dengan maksud meminta do'a restu kepada Mursyid Idrisiyyah, karena dalam waktu dekat akan melaksanakan Musyawarah penggantian struktur pengurus Jatman DKI idaroh wustho atau tingkat provinsi dengan pesertanya seluruh pengurus tingkat kabupaten dan ke bawah seterusnya. 

Syekh Muhammad Fathurahman Menerima Tamu dari Kepengurusan Jatman
Pemberian cenderamata kepada Pengurus Jatman

Musyawarah yang panitianya diketuai Ustadz Asep Saefulllah dari Idrisiyyah rencananya akan diselengarakan pada tanggal 3-4 Desember 2016.

Dalam pertemuan singkat tersebut Syekh menegaskan pentingnya Jatman bergerak aktif mengenalkan Tarekat kepada umat, menjaga persatuan tarekat khususnya di Jakarta, saling menghormati 'kendaraan' masing-masing dan tidak mempersoalkan perbedaan diantara tarekat-tarekat yang mu'tabaroh .

Pengurus Jatman juga mendapatkan cenderamata dari Syekh berupa bagan atau daftar Silsilah kubro Guru-guru Idrisiyyah. | (rz).

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/932/restu-syekh-untuk-pergantian-pengurus-jatman-dki

Berani Menampilkan Identitas

al-idrisiyyah.com | Jakarta - Syekh M. Fathurahman menerima kedatangan beberapa pengurus Jatman yang dipimpin oleh KH Bade Badruzzaman pada hari Minggu (06/10/2016). Kedatangan tamu dari Ulama-ulama Jatman DKI tersebut bermaksud bersilaturahmi dalam rangka pembaharuan kepengurusan Jatman DKI yang sudah berjalan beberapa tahun.

Berani Menampilkan Identitas

Pada pertemuan yang berlangsung di Batu Tulis Jakarta Pusat tersebut, Syekh M. Fathurahman menyampaikan rasa gembira dengan kedatangan tamu ke Majelis taklim dan zikir di Cabang Utama Tarekat Al-Idrisiyyah Jakarta.

Beliau menyatakan bahwa kelompok Tarekat mesti memberi contoh dalam hal kebaikan. Saat ini membangun persaudaraan mahal sekali. Yang banyak muncul adalah persaingan tidak sehat sesama umat Islam, antar lembaga pesantren, sesama ustaz, dan sebagainya.
Inilah sebuah kekhawatiran, yang akhirnya mnyebabkan umat kehilangan panutan, ke mana mereka mesti bersandar.

Tarekat sebagai manhaj yang mengusung nilai-nilai tasawuf (ilmu untuk menjernihkan hati) benar-benar harus dibuktikan outputnya. Sebab dasar silaturahmi adalah hati. Hati yang bersih menjadi kunci terjalinnya ukhuwah (persaudaraan).

Setiap tarekat yang sudah tergabung dalam Jatman dituntut aktif berperan dengan berbagai kegiatan dan menjemput bola kepada anggota Tarekat yang belum bergabung, demikian Syekh katakan.
Beliau juga menginformasikan tentang hadirnya sebuah majalah dalam waktu dekat, yang dipelopori oleh Al-Idrisiyyah. Majalah tersebut sebagai wadah silaturahmi dan dakwah tarekat dalam tubuh Jatman. Direncanakan majalah tersebut akan terbit pada awal tahun depan.

Lebih lanjut Syekh M. Fathurahman menyebutkan pentingnya setiap lembaga Tarekat mengungkapkan identitasnya agar diketahui oleh umat secara luas. Tasawuf sebagai manhaj telah diakui sejak abad 2 H, dan dilengkapi dengan referensi yang kuat. 

Meski kendaraannya berbeda-beda, menurut Syekh, namun tujuannya sama. Dan dalam silsilah pun semua Tarekat berujung kepada sumber yang sama, yakni Rasulullah Saw. Hal itu diungkapkan saat memberikan sebuah figura yang berisi sanad silsilah Masyayikh Al-Idrisiyyah kepada pengurus Jatman DKI. | (lq).


Pemberian sebuah figura yang berisi sanad silsilah Masyayikh Al-Idrisiyyah kepada pengurus Jatman DKI

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/931/berani-menampilkan-identitas

Proses Pembangunan Masjid Al-Fattah 04/11/2016

al-idrisiyyah.com | Tasikmalaya - Hingga pekan sekarang (04/11/2016) Masjid Al-Fattah yang baru sudah mulai menunjukan keindahannya. Dilihat dari suasananya yang bergaya arab yang diperlihatkan oleh pohon kurma yang beberapa waktu lalu telah tertanam sebanyak 14 pohon.

Proses Pembangunan Masjid Al-Fattah 04/11/2016

Di pekan awal di bulan November 2016 ini, kemajuan fisik pekerjaan Pembangunan Masjid Al-Fattah telah mencapai sebesar 51,25% pada tahap II, yang secara keseluruhan yaitu tahap I dan tahap II telah mengalami peningkatan sebesar 70,74%. Beberapa item pekerjaan yang mengalami peningkatan volume pekerjaan adalah Pekerjaan Pemasangan GRC Menara, Pengecatan motif Plafon Kubah, Pekerjaan pemasang Plafon di Lantai Utama, Pekerjaan pemasangan Plafon Lantai Mezanin, Pekerjaan pemasangan pintu & jendela Lantai Basement, pekerjaan pengecatan motif GRC dinding Arsitektur, dan Pekerjaan pemasangan granite basalto hijau bakar serta pembuatan pot bunga di dinding serambi Lantai Basement.

Berikut laporan secara fisik melalui gambar dari Tim Pembangunan Masjid Al-Fattah :
Pertama Pengerjaan GRC Menara yang pada saat ini telah mencapai bobot pengerjaan 25%.

Foto: Tim Pembangunan Masjid

Kedua proses Pengecatan Motif Plafon kubah.
Foto: Tim Pembangunan Masjid

Ketiga proses pemasangan Plafon di lantai utama yang telah mencapai bobot pengerjaan sebesar 65%.
Foto: Tim Pembangunan Masjid

Keempat pengerjaan pemasangan Plafon di lantai Mezanin yang telah mencapai bobot pengerjaan sebesar 35%.
Foto: Tim Pembangunan Masjid

Kelima pengerjaan pemasangan pintu dan jendela di lantai basement yang pada saat ini tinggal pemasangan handle dan sticker sunblas.
Foto: Tim Pembangunan Masjid

Keenam pengerjaan pengecatan Motif GRC dinding arsitektur.
Foto: Tim Pembangunan Masjid

Terakhir pengerjaan pemasangan Granite basalto hijau bakar dan pembuatan pot bunga di dinding serambi lantai basement yang saat ini tengah dilakukan proses Finishing.
Foto: Tim Pembangunan Masjid

Panitia Pembangunan Masjid juga melaporkan bahwa penerimaan yang terjadi pada periode minggu ini sebesar Rp 131.596.520,-, sementara total pengeluaran untuk membeli material dan membayar upah kerja sebesar Rp 376.371.575,-. Sisa dana yang terlihat di Panitia saat ini sebesar Rp 1.122.815.931,-. Sisa dana atau saldo tersebut terdiri dari Saldo Baitul Maal sebesar Rp 1.095.292.029,-, Saldo Bank sebesar Rp 27.334.702,- , dan Saldo Kas sebesar Rp 189.200,-.

Laporan Keuangan Terlampir: Salik Fillah

Di gudang masih terdapat sejumlah barang (material) untuk pembangunan masjid sebesar Rp 165.229.123,-

Sumber : http://www.al-idrisiyyah.com/read/article/930/proses-pembangunan-masjid-al-fattah-04112016
 

Jadwal Kegiatan Syekh M. Fathurahman M.Ag

Jadwal Kegiatan Syekh M. Fathurahman M.Ag
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog Al-Idrisiyyah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger